Saturday, May 16, 2009

Wartawan Solo dan Semarang Kecam Aksi Kekerasan Satpam BI

Solo - Aksi kekerasan yang dilakukan satpam Bank Indonesia (BI) terhadap wartawan SCTV terus menuai protes. Di berbagai daerah, para jurnali menggelar aksi solidaritas mengecam tindakan brutal tersebut. Mereka menuntut kasus tersebut diusut tuntas.

Di Semarang, puluhan wartawan melakukan aksi long march ke kantor BI Semarang, Jl Imam Bardjo, Kamis (14/5/2009). Aksi diawali dari press room DPRD Jateng, Jl. Pahlawan Semarang. Mereka membawa spanduk dadakan.

Long march itu tak membutuhkan waktu lama. Sebab jarak antara press room DPRD dengan kantor BI hanya sekitar 150 meter. Meski demikian, rombongan wartawan itu sempat memacetkan jalan.

Setiba di BI, oleh satpam mereka diarahkan melalui pintu masuk. Namun arahan itu diabaikan. Para wartawan malah berhenti tepat di pintu keluar dan berorasi bergantian.

Tabuhan gendang mengiringi orasi dan teriakan para wartawan. Wartawan 'memblokir' akses keluar selama 15 menit. Satpam dan polisi hanya bisa menanti.

Aksi berlanjut ke teras kantor BI. Puluhan polisi membarikade pintu lobi. Para wartawan kembali berorasi dan meminta BI memberikan tanggapan. Beberapa menit kemudian, Pemimpin BI Semarang Zaeni Aboe Amin turun dan menemui wartawan.

Aksi yang diikuti organisasi seperti AJI Semarang, PWI Jateng, IJTI Jateng, dan sejumlah komunitas wartawan itu berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Puncaknya, seorang seniman menaburi bunga pos satpam laiknya tengah meruwat bencana.

Di Solo, sejumlah wartawan juga menggelar aksi mengecam kekerasan terhadap wartawan. Mereka mendesak BI menindak tegas satpam yang melakukan kekerasan terhadap Calos Pardede, wartawan SCTV saat menjalankan tugas.

Aksi puluhan wartawan yang menamakan diri sebagai Forum Solidaritas Wartawan Surakarta (FSWS) tersebut digelar di Bundaran Gladag. Mereka berasal dari sejumlah media massa dan lintas organisasi wartawan yang ada di Solo.

Dalam pernyataan sikap resminya, FSWS menolak semua tindak kekerasan terhadap wartawan. Mereka juga mendesak pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Aksi tersebut berjalan lancar dan tidak menganggu arus lalu-lintas yang sedang padat di pagi hari, karena peserta aksi hanya mengambil ruang di sekitar patung Slamet Riyadi. (mbr/djo)

Sumber: http://www.detik.com

No comments: