Thursday, January 3, 2008

Kekerasan Psikis terhadap Jurnalis Bertambah

Semarang - Jumlah angka kekerasan terhadap wartawan di Semarang sepanjang tahun 2007 dinilai berkurang, namun jumlah kekerasan psikis bertambah. Hal itu diungkapkan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Semarang, Triono Wahyu Sudibyo, dalam sebuah kesempatan di Semarang, Rabu (2/1).

Menurutnya, setidaknya ada tiga kasus kekerasan fisik terhadap para wartawan yang bertugas meliput di Semarang pada tahun 2006 lalu, yakni kasus pemukulan terhadap kameraman SCTV dan Trans 7 oleh panitia lomba sepatu roda, pada 9 April 2006.

Triono mengatakan, kasus kedua, menimpa wartawan radio Rasika, saat meliput jatuhnya pesawat Cassa pada 19 Juli 2006. Ia menjelaskan, kasus pertama sempat diproses melalui meja hijau, namun tak jelas penyelesaiannya. Sedang kasus kedua, kata dia, pihak TNI sempat memeriksa oknum yang melakukan pemukulan, namun ujungujungnya juga kabur.

Pada tahun 2007, jumlah angka kekerasan terhadap wartawan hanya sebuah, yakni kasus pelecehan seksual terhadap jurnalis TV-KU, Restu Indah yang dilakukan oknum pegawai Kesbanglinmas Kota Semarang, saat operasi PSK di kawasan Kota Lama dan Jalan Pemuda sekitar pukul 21.30 WIB, 2 Februari 2007 lalu.

Kasus ini sempat masuk ke Polwiltabes Semarang, namun juga tidak jelas hasilnya. ’’Setelah kasus pelecehan tersebut, hampir tidak ada lagi kasus kekerasan fisik terhadap wartawan sepanjang tahun 2007 lalu, namun yang terjadi justru kekerasan psikis,’’ terangnya.

Kasus kekerasan psikis tersebut terjadi saat para jurnalis meliput jatuhnya plan tower di Wonderia, 15 November 2007, belasan jurnalis sempat terlibat adu mulut dan hampir berkelahi. Petugas Wonderia melarang jurnalis meliput, dengan alasan yang tidak jelas.

Hal serupa terjadi pada reporter magang sebuah media cetak bernama Anton, yang dilarang oleh Jaksa Eko Suwarni saat akan meliput sidang perdana kasus pemalsuan merek ampelas pada 18 Desember 2007. Tak jelas betul alasan jaksa, namun hal itu membuat jurnalis tertekan dalam mempublikasikan informasi. hid-die

Sumber: http://www.wawasandigital.com

No comments: